Kamis, 31 Oktober 2013

TUGAS SOFTSKILL 3 / MINGGU KE 2 (CSR : Corporate Social Responsibility)


 NAMA   : NUR FAKIH IBROHIM
 KELAS  : 4EA16
 NPM      : 15210125


CSR dan Kepedulian Perusahaan

Dunia bisnis kini semakin merasakan pentingnya berbagi dan memiliki kepedulian. Walaupun awalnya kerangka kepedulian ini banyak yang merasakannya sebagai sebuah keterpaksaan. Namun kini tidak sedikit yang menyadari ada sejumlah nilai posistif yang akan kembali ke perusahaan. Kepedulian yang dilakukan perusahaan kini identik dengan istilah CSR (Corporate Social Responsibility).

CSR kini menjadi isu penting di dunia bisnis dan semakin marak diterapkan perusahaan di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Menguatnya terpaan prinsip good corporate gorvernance telah mendorong CSR semakin menyentuh ”jantung hati” dunia bisnis. Di Indonesia, CSR sekarang dinyatakan lebih tegas lagi dalam UU PT No. 40 Tahun 2007 yang belum lama ini disahkan DPR.

Sejumlah pendapat lama tentang bisnis yang hanya mengejar keuntungan semata (profit) sebagaimana dinyatakan salah satunya oleh Milton Friedman. Bahwa tujuan utama korporasi adalah memperoleh profit semata, semakin ditinggalkan. Sebaliknya, konsep triple bottom line (profit, planet, people) yang digagas John Elkington kini semakin masuk ke mainstream etika bisnis.

Phillip Kotler dan Nancy Lee dalam bukunya ”Corporate Social Responsibility, Doing the Most Good for Your Company and Your Cause” (2005), mengidentifikasi enam pilihan program bagi perusahaan untuk melakukan inisiatif dan aktivitas yang berkaitan dengan berbagai masalah sosial sekaligus sebagai wujud komitmen dari tanggung jawab sosial perusahaan. Keenam inisiatif sosial yang bisa dieksekusi oleh perusahaan adalah :

1. Cause Promotions dalam bentuk memberikan kontribusi dana atau penggalangan dana untuk meningkatkan kesadaran akan masalah-masalah sosial tertentu seperti, misalnya, bahaya narkotika.

2. Cause-Related Marketing bentuk kontribusi perusahaan dengan menyisihkan sepersekian persen dari pendapatan sebagai donasi bagi masalah sosial tertentu, untuk periode waktu tertentu atau produk tertentu.

3. Corporate Social Marketing disini perusahaan membantu pengembangan maupun implementasi dari kampanye dengan fokus untuk merubah perilaku tertentu yang mempunyai pengaruh negatif, seperti misalnya kebiasaan berlalu lintas yang beradab.

4. Corporate Philantrophy adalah inisitiatif perusahaan dengan memberikan kontribusi langsung kepada suatu aktivitas amal, lebih sering dalam bentuk donasi ataupun sumbangan tunai.

5. Community Volunteering dalam aktivitas ini perusahaan memberikan bantuan dan mendorong karyawan, serta mitra bisnisnya untuk secara sukarela terlibat dan membantu masyarakat setempat.

6. Socially Responsible Business Practices, ini adalah sebuah inisiatif dimana perusahaan   mengadopsi dan melakukan praktik bisnis tertentu serta investasi yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas komunitas dan melindungi lingkungan.

Manfaat CSR Bagi Corporate

Dalam implementasinya, terkadang sejumlah perusahaan kurang memahami apakah kegiatan sosial yang dilakukan perusahaan sudah termasuk bagian dari kegiatan CSR atau sekedar kepedulian spontanitas saja. Dalam prakteknya, masih ada perusahaan yang sekadar membagi-bagikan mie instan saat bencana alam atau menyumbang uang kepada Karang Taruna untuk perayaan 17 Agustusan, sudah merasa melakukan CSR.

Tiga lembaga internasional independen, Environics International (Kanada), Conference Board (AS), dan Prince of Wales Business Leader Forum (Inggris) melakukan survey tentang hubungan antara CSR dan citra perusahaan. Survey dilakukan terhadap 25 ribu konsumen di 23 negara yang dituangkan dalam The Millenium Poll on CSR pada tahun 1999.

Hasil survey menunjukkan bahwa mayoritas responden (60%) menyatakan bahwa CSR seperti etika bisnis, praktik sehat terhadap karyawan, dampak terhadap lingkungan, merupakan unsur utama mereka dalam menilai baik atau tidaknya suatu perusahaan. Sedangkan faktor fundamental bisnis, seperti kinerja keuangan, ukuran perusahaan, strategi perusahaan atau manajemen, hanya dipilih oleh 30% responden.

Sebanyak 40% responden bahkan mengancam akan ”menghukum” perusahaan yang tidak melakukan CSR. Separo responden berjanji tidak akan mau membeli produk perusahaan yang mengabaikan CSR. Lebih jauh, mereka akan merekomendasikan hal ini kepada konsumen lain.
Bila kita kelompokkan, sedikitnya ada empat manfaat CSR terhadap perusahaan yaitu :

1. Brand differentiation. Dalam persaingan pasar yang kian kompetitif, CSR bisa memberikan citra perusahaan yang khas, baik, dan etis di mata publik yang pada gilirannya menciptakan customer loyalty. The Body Shop dan BP (dengan bendera “Beyond Petroleum”-nya), sering dianggap sebagai memiliki image unik terkait isu lingkungan.

2. Human resources. Program CSR dapat membantu dalam perekrutan karyawan baru, terutama yang memiliki kualifikasi tinggi. Saat interview, calon karyawan yang memiliki pendidikan dan pengalaman tinggi sering bertanya tentang CSR dan etika bisnis perusahaan, sebelum mereka memutuskan menerima tawaran. Bagi staf lama, CSR juga dapat meningkatkan persepsi, reputasi dan dedikasi dalam bekerja.

3. License to operate. Perusahaan yang menjalankan CSR dapat mendorong pemerintah dan publik memberi ”ijin” atau ”restu” bisnis. Karena dianggap telah memenuhi standar operasi dan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat luas.

4. Risk management. Manajemen resiko merupakan isu sentral bagi setiap perusahaan. Reputasi perusahaan yang dibangun bertahun-tahun bisa runtuh dalam sekejap oleh skandal korupsi, kecelakaan karyawan, atau kerusakan lingkungan. Membangun budaya ”doing the right thing” berguna bagi perusahaan dalam mengelola resiko-resiko bisnis.

Melihat perkembangan yang ada, kini banyak perusahaan mulai memiliki pandangan positif terhadap CSR. Pandangan ini bergeser dari cara pandang underestimate bahkan ke overestimate. Jika pada masa lalu pandangan terhadap CSR lebih banyak dipengaruhi Milton Friedman yang cenderung ”memusuhi” CSR. Kini, pandangan sejumlah perusahaan terhadap CSR lebih positif, bahkan terkadang overestimate. Seakan-akan CSR adalah panacea yang bisa menyembuhkan penyakit apa saja. Padahal, manfaat CSR terhadap perusahaan tidaklah ”taken for granted” dan secara otomatis.

Dalam prakteknya, tidak semua yang dianggap positif oleh sebuah perusahaan bisa dengan serta merta diadopsi oleh perusahaan lain, termasuk pula dalam hal keberhasilan pengelolaan CSR ini. Pengalaman sukses yang dianggap menguntungkan sebuah perusahaan harus benar-benar dicermati secara empiris, benarkah bisa juga berlaku universal. Karena lewat sejumlah peristiwa yang ada, ternyata bukti-bukti empiris yang ada menunjukan bahwa kesuksesan pengelolaan CSR juga ternyata ada pada kondisi-kondisi tertentu saja. Begitu ia di copy paste dalam kondisi yang berbeda, ternyata hasilnya pun bisa berbeda.

CSR yang dilakukan perusahaan dalam kenyataannya merupakan wujud berbagi kepedulian. Namun dalam implementasinya, sebuah perusahaan perlu dengan cermat memastikan bagaimana pola dan metode yang akan dilakukannya bisa sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Terutama dalam konteks ini bila menyangkut hal yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat. Sukses tidaknya pengelolaan CSR juga tergantung pada bagaimana komunikasi dan pendekatan pihak perusahaan dengan masyarakat penerima manfaat CSR.

Ada baiknya memang, perusahaan yang ingin mengimplementasikan CSR mereka bisa mengajak pihak lain untuk melakukan agenda ini. Pihak lain ini setidaknya merupakan para professional dalam hal implementasi program CSR yang biasanya selama ini mereka berorientasi non profit. Mereka dalam kenyataannya bisa saja NGO atau LSM yang memiliki legalitas yang jelas dan berpengalaman menangani CSR. Fortopolio mereka juga harus dilihat, bagaimana kiprahnya selama ini dan dengan siapa saja mereka telah bekerja.

Dengan menggandeng pihak profesional, perusahaan bisa fokus pada pengawasan program serta evaluasinya. Dengan fokus pada evaluasi yang ada, perusahaan bisa dengan cepat mengambil keputusan, apakah dinilai berhasil atau gagal. Dengan demikian para pengambil kebijakan akan dengan mudah dan cepat pula mengambil kebijakan programnya akan diperbesar skalanya atau malah dihentikan sama sekali.

*) Nana Sudiana, GM Penghimpunan Dalam Negeri PKPU

Berikut ini adalah contoh dari kegiatan CSR :
 

SUMBER :
1. http://csr.pkpu.or.id/article/csr-dan-kepedulian-perusahaan
2. koran Rakyat Merdeka edisi Kamis, 31 Oktober 2013

Jumat, 04 Oktober 2013

TUGAS 2 (SOFTSKILL ETIKA BISNIS)

 
NAMA       : NUR FAKIH IBROHIM
KELAS      : 4EA16
NPM           : 15210125

contoh perusahaan yang sudah menerapkan etika dalam berbisnis :

 
1. Sebuah perusahaan pengembang di Lampung membuat kesepakatan dengan sebuah perusahaan perusahaan kontraktor untuk membangun sebuah pabrik. Sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati pihak pengembang memberikan spesifikasi bangunan kepada pihak perusahaan kontraktor tersebut. Dalam pelaksanaannya, perusahaan kontraktor menyesuaikan spesifikasi bangunan pabrik yang telah dijanjikan. Sehingga bangunan pabrik tersebut tahan lama dan tidak mengalami kerusakan. Dalam kasus ini pihak perusahaan kontraktor telah mematuhi prinsip kejujuran karena telah memenuhi spesifikasi bangunan yang telah mereka musyawarahkan bersama pihak pengembang.
 
2. Sebuah Yayasan Maju Selalu menyelenggarakan pendidikan setingkat SMA. Pada tahun ajaran baru sekolah mengenakan biaya sebesar Rp.500.000,- kepada setiap siswa baru. Pungutan sekolah ini diinformasikan kepada mereka saat akan mendaftar,sehingga setelah diterima,mereka harus membayarnya. Kemudian pihak sekolah memberikan informasi ini kepada wali murid bahwa pungutan tersebut digunakan untuk biaya pembuatan seragam sekolah yang akan dipakai oleh semua murid pada setiap hari rabu-kamis. Dalam kasus ini Yayasan dan sekolah dapat dikategorikan mengikuti transparasi.
 
3. Pada tahun 1990 an, kasus yang masih mudah diingat yaitu Enron. Bahwa Enron adalah perusahaan yang sangat bagus dan pada saat itu perusahaan dapat menikmati booming industri energi dan saat itulah Enron sukses memasok enegrgi ke pangsa pasar yang bergitu besar dan memiliki jaringan yang luar biasa luas. Enron bahkan berhasil menyinergikan jalur transmisi energinya untuk jalur teknologi informasi. Dan data yang ada dari skilus bisnisnya, Enron memiliki profitabilitas yang cukup menggiurkan. Seiring dengan booming indutri energi, akhirnya memosisikan dirinya sebagai energy merchants dan bahkan Enron disebut sebagai ”spark spead” Cerita pada awalnya adalah anggota pasar yang baik, mengikuti peraturan yang ada dipasar dengan sebagaimana mestinya. Pada akhirnya Enron meninggalkan prestasi dan reputasinya baik tersebut, karena melakukan penipuan dan penyesatan.. Sebagai perusahaan Amerika terbesar ke delapan, Enron kemudian kolaps pada tahun 2001.

sumber : 
http://handyleonardoetikabisnis.blogspot.com/2012/09/pengertian-etika-etika-bisnis-dan.html

TUGAS 1 (SOFTSKILL ETIKA BISNIS)


NAMA       : NUR FAKIH IBROHIM
KELAS      : 4EA16
NPM           : 15210125

PENGERTIAN ETIKA  BISNIS
Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis,  yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.
Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

INDIKATOR ETIKA BISNIS
·         Perusahan/pebisnis telah melakukan mengelolaan sumberdaya bisnis dan sumber daya alam secara efisien tanpa merugikan masyarakat
·         Menurut pada peraturan yang  berlaku
·         Menurut pada hukum
·         Berdasar pada ajaran agama
·         Berdasar pada nilai budaya

Dari berbagai pandangan etika bisnis, beberapa indikator yang dapat dipakai untuk menyatakan bahwa seseorang atau perusahaan telah mengimplementasikan etika bisnis antara lain adalah:

1.    Indikator Etika Bisnis menurut ekonomi adalah apabila perusahaan atau pebisnis telah melakukan pengelolaan sumber daya bisnis dan sumber daya alam secara efisien tanpa merugikan masyarakat lain.

2.    Indikator Etika Bisnis menurut peraturan khusus yang berlaku. Berdasarkan indikator ini seseorang pelaku bisnis dikatakan beretika dalam bisnisnya apabila masing-masing pelaku bisnis mematuhi aturan-aturan khusus yang telah disepakati sebelumnya.

3.     Indikator Etika Bisnis menurut hukum. Berdasarkan indikator hukum seseorang atau suatu perusahaan dikatakan telah melaksanakan etika bisnis apabila seseorang pelaku bisnis atau suatu perusahaan telah mematuhi segala norma hukum yang berlaku dalam menjalankan kegiatan bisnisnya.

4.      Indikator Etika Bisnis berdasarkan ajaran agama. Pelaku bisnis dianggap beretika bilamana dalam pelaksanaan bisnisnya senantiasa merujuk kepada nilai-nilai ajaran agama yang dianutnya.

5.     Indikator Etika Bisnis berdasarkan nilai budaya. Setiap pelaku bisnis baik secara individu maupun kelembagaan telah menyelenggarakan bisnisnya dengan mengakomodasi nilai-nilai budaya dan adat istiadat yang ada disekitar operasi suatu perusahaan, daerah dan suatu bangsa.

6.       Indikator Etika Bisnis menurut masing-masing individu adalah apabila masing-masing pelaku bisnis bertindak jujur dan tidak mengorbankan integritas pribadinya.

PRINSIP ETIKA BISNIS
Sonny Keraf (1998) menjelaskan bahwa prinsip etika bisnis adalah sebagai berikut :
  1. Prinsip Otonomi ; yaitu sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.
  2. Prinsip Kejujuran ; terdapat tiga lingkup kegiatan bisnis yang bisa ditunjukkan secara jelas bahwa bisnis tidak akan bisa bertahan lama dan berhasil kalau tidak didasarkan atas kejujuran. Pertama, jujur dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak. Kedua, kejujuran dalam penawaran barang atau jasa dengan mutu dan harga yang sebanding. Ketiga, jujur dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan.
  3. Prinsip Keadilan ; menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai criteria yang rasional obyektif, serta dapat dipertanggung jawabkan.
  4. Prinsip Saling Menguntungkan (Mutual Benefit Principle) ; menuntut agar bisnis dijalankan sedemikian rupa sehingga menguntungkan semua pihak.
  5. Prinsip Integritas Moral ; terutama dihayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan, agar perlu menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baik pimpinan atau orang-orangnya maupun perusahaannya.
REFERENSI :
·         etika.lecture.ub.ac.id/files/2012/.../kuliah-03-Etika.pdf‎
·         http://melvino84.blogspot.com/2011/10/indikator-etika-bisnis_14.html
·         http://pustakamanajemen.wordpress.com/2012/04/19/prinsip-prinsip-etika-bisnis/



Minggu, 19 Mei 2013

tugas softskill bahasa indonesia 2 (resensi)

Nama : Nur Fakih Ibrohim

Kelas : 3ea16

NPM : 15210125


Pengertian Resensi
Dalam bahasa Latin resensi atau recensie artinya "melihat kembali, menimbang atau menilai". Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia resensi memiliki arti pertimbangan atau pembicaraan tentang buku; ulasan buku. Tindakan meresensi memiliki arti memberikan penilaian, mengungkap kembali isi buku, membahas atau mengkritik buku. Jadi, resensi ialah ulasan atau penilaian atau pembicaraan mengenai suatu karya sastra (cerpen, novel, drama/film, puisi).

 Tujuan Resensi
1.      Memberikan informasi atau pemahaman yang komprehensif (mendalam) tentang apa yang tampak dan terungkap dalam suatu karya.
2.      Memberikan gambaran kepada masyarakat apakah karya yang diresensi itu merupakan suatu karya yang bermutu atau tidak.
3.      Memberikan gambaran kepada masyarakat apakah buku itu layak untuk dibaca.
Unsur-unsur Resensi
Didalam sebuah resensi karya sastra terdapat dua macam unsur, yaitu:
1.      Unsur Intrinsik yaitu unsur yang membangun cerita karya sastra yang berasal dari dalam.
2.      Unsur Ekstrinsik yaitu unsur yang membangun cerita karya sastra yang berasal dari luar (kebalikan dari unsur intrinsik).

Unsur Intrinsik
  • Tokoh : Individu yang mengalami berbagai peristiwa didalam cerita. Jika dilihat dari peran tokoh dalam pengembangan plot dapat dibedakan menjadi tokoh utama dan tokoh pembantu, sedangkan jika dilihat dari fungsi penampilan tokoh dapat pula dibedakan kedalam tokoh protagonis dan tokoh antagonis.
  • Tema ialah suatu unsur dalam karya sastra yang menjadi pokok masalah/pokok pikiran dari pengarang melalui karyanya (jalan cerita).
  • Plot / Alur  ialah jalan cerita atau rangkaian peristiwa dari awal sampai akhir. Rangkaian peristiwa ini disusun berdasarkan hukum kausalitas (hubungan yang menunjukkan sebab-akibat).
  • Gaya Bahasa  ialah cara pengarang dalam mengungkapkan ide/gagasan melalui cerita.
  • Sudut Pandang/Point Of View ialah posisi pengarang dalam sebuah cerita atau karya sastra.
  • Amanat  ialah pesan/kesan yang ingin disampaikan oleh pengarang melalui jalan cerita. Pesan dalam karya sastra bisa berupa, kritik, saran, harapan, usul, dll.
  • Latar/Setting  ialah tempat dimana terjadinya kejadian/peristiwa dan waktu terjadinya sebuah peristiwa, latar juga menjelaskan segala keterangan waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dakam plot cerita. 

Unsur Ekstrinsik
1.      Latar belakang kehidupan pengarang.
2.      Pandangan hidup pengarang.
3.      Situasi sosial, Budaya yang melatarbelakangi lahirnya karya sastra tersebut.

Beberapa Hal yang Terdapat Dalam Resensi
Dibawah ini terdapat beberapa hal yang terdapat di dalam sebuah resensi karya sastra :
1.            Judul Resensi
2.            Data/Identitas Karya Sastra
3.             Isi Resensi
4.             Kekurangan & Kelebihan
5.              Penutup
Terdapat perbedaan saat pemuatan data/identitas karya sastra yang diresensi, seperti pada resensi buku data yang tercantum ialah seperti berikut ini: judul buku, penulis & penerjemah (jika buku itu berupa terjemahan dari bahasa asing), nama penerbit, cetakan, tahun terbit, tebal buku & jumlah halaman. Pada drama/film maka data untuk resensinya adalah berupa: judul drama/film, penulis, sutradara, genre, pemain, penyunting & penerjemah, tahun terbit, penerbit.

Langkah – Langkah meresensi sebuah karya
1.            Mengamati suatu karya
2.             Membaca isi suatu karya
3.            Membuat ringkasan
4.             Memaparkan isi dan mutu suatu karya

Sistematika Resensi
1.            Cantumkan tema atau judul karya yang diresensi
2.             Sebutkan nama pengarang,judul karya,penerbit dan tempat terbit,jumlah hal.
3.            Kemukakan sistematika,bahasa,dan ringkasan karya yang  akan diresensi
4.            Jelaskan kualitas karya yang diresensi,kekuatan dan kelemahannya, serta perbedaannya dengan karya sejenis yang sudah ada
5.            Sampaikan pendapat dan simpulan penulis resensi secara pribadi
6.            Tuliskan identitas si penulis resensi  


Contoh Resensi Buku
Resensi Buku "Harry Potter and The Deathly Hallows"
1.          Judul : Harry Potter and The Deathly Hallows
2.          Pengarang : Joanne Kathleen Rowling
3.           Tebal buku: 999
4.          Harga : Relatif

Riwayat Kepengarangan:
Harry Potter merupakan karya fiksi oleh Joanne Kathleen Rowling atau biasa disebut J.K Rowling. Buku ini menceritakan tahun ketujuh Harry Potter yang seharusnya dilewatkannya di Hogwarts, digunakan untuk mencari hocrux untuk menghancurkan Lord Voldemort, musuh bebuyutannya.  
                                                               
Sinopsis:
Harry Potter yang telah menghabiskan 6 tahun di Sekolah Sihir Hogwarts memutuskan untuk keluar dan mencari Hocrux seperti yang diperintahkan oleh Dumbledore bersama kedua temannya, Hermione dan Ron. Namun pada awalnya mengalami kesulitan karena Lord Voldemort yang merupakan musuh bebuyutan Harry, berhasil mengendalikan Kementrian Sihir dengan boneka Pius Thickness.  Harry Berhasil melarikan diri dari tangkapan Pelahap Maut bersama Ron dan Hermione, yang ketika itu bersama-sama merayakan perkawinan Fleur Delacour dan Bill Weasley (kakak Ron).Pada saat itulah mereka memulai pencarian mereka yang sulit, penuh tantangan dan tiada akhir. Harry menjadi buronan dengan alasan "dimintai keterangan" atas kematian Albus Dumbledore. Para Darah Lumpur diburu dan dipenjarakan dalam pelukan Dementor di Azkaban. Secara otomatis Ron dan Hermione juga ikut menjadi buronan. Namun Ron mengelabui dengan mengatakan bahwa dia terserang penyakit menular dan Hermione telah memodifikasi ingatan orang tuanya sehingga selamat dari kejaran Kementrian Sihir. Ketika mereka mengetahui bahwa Hocrux yang hilang tersebut ada di tangan Umbridge, mereka memutuskan untuk menembus Kementrian Sihir. Dengan persiapan yang baik, mereka berhasil menembus Kementrian dan membebaskan beberapa Darah Lumpur yang sedang disidang oleh Umbridge. Namun hidup mereka pun berangsur-angsur memburuk. Mereka tidak dapat mengetahui cara untuk membuka kalung tersebut, mereka tidak memiliki pedang Gryffindor untuk menghancurkan Hocrux, tidak mengetahui keberadaan Hocrux yang lain dan paling parahnya kekurangan makanan. Hal ini membuat Ron, yang terbiasa hidup enak, menjadi uring-uringan. Akhirnya Ron menyerah dan memutuskan untuk pergi dari kelompok. Harry dan Hermione merasa kehilangan namun tetap berusaha fokus pada tujuan. Ketika mereka memutuskan untuk ke Godric Hollow (tempat kelahiran Harry dan kematian orangtua Harry) untuk menemui Bathilda Bagshot, Harry kehilangan tongkatnya namun berhasil untuk kabur dari jebakan Voldemort. Suatu hari, Harry melihat Patronus Rusa betina dan memutuskan untuk mengikutinya. Akhirnya Harry berhasil menemukan Pedang Godric Gryffindor dan Ron. Setelah Ron berhasil menghabisi Hocrux tersebut, mereka kembali. Hermione merasa bahagia namun berpura-pura kesal. 

Petualangan mereka sempat terhambat karena ditangkap oleh Fernir Greyback. Dan dibawa ke Malfoy Manor. Dobby berhasil menyelamatkan mereka (Harry, Ron, Hermione, Luna Lovegood, Dean Thomas, Olivander, dan seorang Goblin, Griphook) dengan imbalan nyawanya sendiri. Ya... Dobby telah dibunuh oleh Bellatrix Lestrange. Setalah guncangan tersebut, Harry berhasil mengetahui bahwa salah satu Hocrux berada dalam lemari besi Lestrange di Gringotts. Setelah perjuangan melawan mantra Flare dan Geminio mereka berhasil mendapatkan piala Hufflepuff. Namun mereka kehilangan pedang Gryffindor untuk menghancurkan Hocrux tersebut. Akhirnya, mereka memutuskan untuk menyusup kedalam Hogwarts. Pertama karena terdapat gigi Basilisk yg dapat digunakan untuk menghancurkan Hocrux, dan yang kedua untuk mendapatkan Hocrux yang berbentuk Diadem Ravenclaw. Akhirnya, mereka berhasil menghancurkan Hocrux tersebut. Namun, Voldemort menyerang Hogwarts dengan bantuan pelahap maut sementara ia menjaga Hocrux terakhirnya, Nagini, disisinya. Voldemort bahkan tega membunuh Snape karena keinginannya untuk menguasai Tongkat Sihir Elder (Hallow pertama). Harry Potter mengintip kisah masa lalu Snape melalui kenangan yang diberikannya kepada Harry. Harry menjadi sangat terpukul ketika mengetahui bahwa ia adalah salah satu Hocrux dari Voldemort yang tidak secara sengaja dibuatnya. Harry menyerahkan diri dan mengalami pengalaman fantastis dengan bertemu Dumbledore dan bercakap dengannya. Harry memutuskan untuk melanjutkan hidupnya dan membunuh Voldemort. Akhirnya, Harry berhadapan langsung dengan Voldemort tanpa ada halangan apapun. Setelah perdebatan yang begitu sengit, Harry berhasil mengalahkan Voldemort.


DAFTAR PUSTAKA :
  • http://id.wikibooks.org/wiki/Subjek:Bahasa_Indonesia/Materi:Resensi
  • http://cowocuco.blogspot.com/2013/01/langkah-langkah-meresensi.html
  • http://myletterstou.blogspot.com/2010/09/1.html